Kontak Kami

( pcs) Checkout

Buka jam 08.00 s/d jam 21.00 , Minggu & Hari Besar Tutup
Bahan Gamis terbuat dari Kain Wolfis Grade A Ukuran Gamis Mulai dari M,L dan XL satu set dengan Hijab dan Cadarnya
Beranda » Artikel Terbaru » Gamis Syar’i Sebagai Penutup Aurat Wanita Dan Hukum Menutupnya

Gamis Syar’i Sebagai Penutup Aurat Wanita Dan Hukum Menutupnya

Diposting pada 25 March 2017 oleh admin

Gamis Syar’i Sebagai Penutup Aurat Wanita Dan Hukum Menutupnya

Gamis Syar'i Sebagai Penutup Aurat Wanita Dan Hukum Menutupnya

Yang menjadi landasan dasar aurat wanita adalah:

  1. Al-Qur’an

Frima Allah SWT :

“Dan katakanlah kepada seluruh perempuan yang beriman : Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasannya kecuali yang telah biasa nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan khumur (jilbab)nya ke dadanya”. (QS. An-Nur : 30-31)

Ayat ini menegaskan empat hal :

  1. Perintah agar supaya menahan pandangan dari yang diharamkan oleh Allah.
  2. Perintah agar supaya menjaga kemaluan dari perbuatan yang haram.
  3. Larangan agar supaya memperlihatkan perhiasan kecuali yang biasa tampak.
  4. Perintah agar supaya menutupkan khumur ke dada. Khumur adalah bentuk jamak daripada khimar yang artinya adalah kain penutup kepala. Atau dalam bahasa kita disebutnya jilbab.

Allah SWT berfirman :

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan kepada istri-istri orang-orang mukmin : Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah agar supaya dikenal dan oleh karenanya mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (Qs. Al-Ahzab: 59).

Jilbab di dalam bahasa Arab artinya pakaian yang menutupi seluruh tubuh (pakaian kurung), bukan berarti jilbab dalam bahasa kita (lihat arti kata khimar di atas). Ayat ini menjelaskan kepada kita bahwa untuk menutup seluruh tubuh adalah sebuah kewajiban setiap mukminah dan merupakan tanda keimanan mereka.

  1. Hadits Nabi SAW

Dalam riwayat Aisyah RA, bahwasanya Asma binti Abu Bakar masuk menemui Rasulullah dengan pakaian yang tipis, lantas Rasulullah berpaling darinya dan berkata : Hai Asma, sesungguhnya jika seorang perempuan sudah mencapai usia haidh (akil baligh) maka tak ada yang layak terlihat kecuali ini, sambil beliau menunjuk wajah dan telapak tangan. (HR. Abu Daud dan Baihaqi).

Hadits ini menunjukkan dua hal:

  1. Kewajiban menutup seluruh tubuh perempuan kecuali wajah dan telapak tangan.
  2. Pakaian yang tipis tidak memenuhi syarat untuk menutup aurat.

Dari kedua dalil di atas jelaslah batasan aurat bagi perempuan, yaitu seluruh tubuh kecuali wajah dan dua telapak tangan. Dari dalil tersebut pula kita memahami bahwa menutup aurat adalah wajib. Berarti jika dilaksanakan akan mendapatakan pahala dan jika tidak dilakukan maka akan menuai dosa.

Kewajiban menutup aurat ini tidak hanya berlaku pada saat shalat saja namun juga pada semua tempat yang memungkinkan ada pria lain bisa memandangnya.

  1. Aurat perempuan bersama perempuan

Perempuan bersama dengan kaum perempuan, bagaikan pria bersama dengan pria, diperbolehkan memandang seluruh badannya kecuali antara lutut dan pusarnya, kecuali diindikasikan akan membawa fitnah, maka tidak boleh memperlihatkan bagian tubuh itu. Hanya saja kepada perempuan yang tidak seagama, perempuan muslimah tidak boleh memperlihatkan auratnya sebagaimana kepada sesama perempuan muslimah. Karena perempuan yang tidak seagama berstatus orang lain bagi perempuan muslimah. Allah berfirman :

Artinya: …atau perempuan-perempuan Islam…. (QS. An Nur/24:30)

  1. Aurat perempuan di hadapan pria

Keberadaan perempuan di hadapan lawan jenisnya memiliki rincian hukum yang berbeda-beda, yaitu:

  1. Di hadapan pria lain, yang tidak ada hubungan mahram.

Maka seluruh badan perempuan adalah aurat, kecuali wajah dan telapak tangan. Karena keduanya diperlukan dalam bermuamalah, memberi dan menerima.

Pandangan pria kepada wajah dan telapak tangan perempuan bisa diklasifikasikan dalam tiga kelompok, yaitu:

  1. Tidak diperbolehkan dengan sengaja memandang wajah dan telapak tangan perempuan lain tanpa tujuan syar’i. Dan jika tanpa sengaja memandangnya maka segera harus memalingkan pandangan seperti yang telah dijelaskan pada pandanganfaj’ah(tanpa sengaja).
  1. Memandang karena ada tujuan syar’i dan tidak ada fitnah, seperti memandang untuk melamar. Rasulullah menyuruh Mughirah bin  Syu’bah untuk memandang perempuan yang hendak dinikahinya:

Jika salah seorang di antaramu, hendak melamar seorang perempuan maka apabila dia bisa(mampu) memandang bagian yang mendorongnya untuk menikahinya maka lakukanlah. (H.R. Ahmad, dan Abu Daud)

Dan untuk semua tujuan itu,  seseorang diperbolehkan memandang wajahnya, yang dengan memandang wajah itu sudah cukup untuk mengenalinya.

  1. Memandang dengan syahwat, inilah pandangan terlarang, sesuai dengan yang disebutkan dalam hadits Nabi:

Nabi saw bersabda :

“Sudah ditetapkan atas setiap anak Adam bagian dari zina, zina mata adalah pandangannya, zina mulut adalah ucapannya, zina telinga adalah mendengarkannya, zina tangan adalah memegangnya, zina kaki adalah melangkah untuk menemuinya, nafsunya berharap dan berselera, kemaluannya membenarkan atau mendustakannya. (H.R. Ibnu Majah)

Asbabun nuzul ayat 30 ini sangat jelas akan wajibnya memelihara pandangan, yaitu kisah seorang pria yang lewat di salah satu jalan di Madinah, ia memandangi seorang perempuan. Dan perempuan itupun membalas memandanginya. Setan ikut bermain menggoda keduanya, sehingga keduanya saling mengagumi. Sambil berjalan pria itu terus menerus memandanginya sehingga ia menabrak tembok dan berdarah hidungnya. Ia berkata:

“Demi Allah! Saya tidak akan mencuci/membersihkan darah ini sebelum saya menemui Rasulullah SAW, kemudian saya ceritakan kejadian ini.”

Si pria itu segera menemui Nabi dan kemudian dia menceritakan kejadiannya. Nabi bersabda:

“Inilah hukuman dosamu”. Dan Allah menurunkan  ayat 30 dan 31 ini.[1]

Pengecualian dalam hukum ini adalah jika dia berada dalam kondisi sangat terpaksa, seperti penglihatan seorang dokter muslim yang terpercaya untuk pengobatan, khitan, atau penyelamatan dari bahaya kebakaran, tenggelam, dsb.

  1. Di hadapan pria yang memiliki hubungan mahram

Ada ulama yang mengatakan bahwa dalam kondisi itu perempuan hanya boleh memperlihatkan bagian tubuh yang biasa terlihat sewaktu bekerja, yaitu: rambut, leher, lengan, dan  betis.

Allah berfirman :

“Dan hendaklah mereka(para wanita) menutup kain kerudung ke dadanya, dan janganlah memperlihatkan perhiasan-nya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara pria mereka, atau putra-putra  saudara pria mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka” ( QS. An Nur/24:31)

  1. Di hadapan suami

Seorang perempuan di hadapan suaminya boleh memperlihatkan seluruh anggota badannya. Karena segala sesuatu yang boleh dinikmati, tentu boleh juga dilihat.

Allah berfirman :

kecuali kepada suami mereka, …,

Ada sebagian ulama yang mengatakan makruh memandang kemaluan. Karena Aisyah RA mengatakan tentang hubungannya dengan Nabi Muhammad SAW:

Artinya: “Saya tidak pernah memandang darinya dan ia tidak pernah memandang dariku. (H.R. At Tirmidzi)

  1. Budak perempuan di hadapan orang yang tidak boleh menikmatinya

Aurat budak perempuan di hadapan pria yang tidak boleh menikmatinya adalah seperti aurat pria, yaitu antara lutut dan pusar. Dan jika di hadapan tuan yang boleh menikmatinya maka kedudukannya bagaikan istri dengan suaminya.

Allah berfirman :

atau budak-budak yang mereka miliki,….

– Bersambung ke Gamis Syar’i Sebagai Penutup Aurat Wanita Dan Hukum Menutupnya Lanjutan

 

Catatan Kaki:

[1] Asy Syaukani, Fathul-Qadir, (Beirut: Dar El Fikr T th) Jilid IV h.25

 

Bagikan informasi tentang Gamis Syar’i Sebagai Penutup Aurat Wanita Dan Hukum Menutupnya kepada teman atau kerabat Anda.

Gamis Syar’i Sebagai Penutup Aurat Wanita Dan Hukum Menutupnya | GalleryAisyah

Belum ada komentar untuk Gamis Syar’i Sebagai Penutup Aurat Wanita Dan Hukum Menutupnya

Silahkan tulis komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Mungkin Anda tertarik produk berikut ini:
OFF 11%
Rp 245.000 Rp 275.000
Ready Stock / A372BD
OFF 10%
Rp 185.000 Rp 205.000
Ready Stock / A411HB
OFF 12%
Rp 265.000 Rp 300.000
Ready Stock / A300JB
SIDEBAR